Akhir dari Karir Panjang Luca Toni

Akhir dari Karir Panjang Luca Toni

Akhir dari Karir Panjang Luca Toni

Perjalanan panjang karir sepakbola Luca Toni akhirnya akan berakhir akhir musim ini. Pemain yang sudah malang melintang di Serie A Italia tersebut menyatakan akan pensiun di akhir musim 2015/2016 bersama Hellas Verona. Berbagai gelar bersama klub dan timnas maupun gelar individual pernah dirasakan mantan pemain Bayern Munchen ini. Keputusan pensiun di akhir musim diambil Toni karena dirinya merasa sudah cukup berkarir di dunia sepakbola yang membesarkan namanya ini.

Pemain berusia 38 tahun ini merupakan salah satu legenda striker Italia yang kurang mendapat apresiasi. Namanya mungkin tak setenar Allesandro Del Piero, Francesco Totti atau Fillipo Inzaghi. Namun Toni juga menjadi bagian penting Italia terutama saat memenangi Piala Dunia 2006. Di awal karirnya, Luca Toni lebih banyak menghabiskan waktunya bermain di klub-klub semenjana seperti Modena, Empoli, Treviso, Lodigiani hingga Vicenza. Namanya mulai dikenal saat memperkuat Brescia bersama Roberto Baggio dan Pep Guardiola di antara tahun 2001 hingga 2003.

Di musim 2003/2004 Toni bergabung dengan klub Serie B yang ambisius, Palermo. Toni menjadi bagian penting Palermo saat berhasil membawa klub tersebut kembali berlaga di Serie A setelah 30 tahun. Bersama Palermo, Luca Toni berhasil mendapatkan kesempatan untuk bermain bersama skuad utama timnas Italia di tahun 2004. Di musim 2004/2005, Luca Toni sukses menceploskan 20 gol dan mengantarkan Palermo ke peringkat keenam Serie A dan berhak berlaga di ajang Piala UEFA. Semusim berselang, Toni pindah ke Fiorentina. Di La Viola, Toni sukses meraih gelar Cappocanieri dengan torehan 31 gol. Torehan tersebut juga menjadi rekor tersendiri di ajang Serie A.

Penampilan mengagumkan bersama Fiorentina membuat nama Toni dibawa Marcelo Lippi ke ajang Piala Dunia 2006. Di ajang tersebut, Toni berhasil mengantarkan Gli Azzuri menjadi juara Dunia setelah di final mengalahkan Perancis. Setelah di Piala Dunia, Toni bergabung dengan raksasa Jerman, Bayern Munchen. Toni turut mempersembahkan satu gelar Bundesliga kepada Bayern Munchen di musim pertamanya. Tiga musim di Jerman, Toni kembali lagi ke Italia dan memperkuat beberapa klub Serie A seperti Genoa, Juventus, Fiorentina dan Verona.

Di Verona inilah Toni kembali meraih gelar Cappocanieri atau pencetak gol terbanyak di musim 2014/2015 di usia 37 tahun. Pensiunnya Luca Toni membuat Italia kehilangan satu lagi penyerang hebatnya. Nama Luca Toni akan selalu dikenang publik Italia sebagai salah satu penyerang terbaik di Italia.

Skip to toolbar