Hoffenheim Jadi Bulan-bulanan Liverpool

HoffenheimManajer TSG 1899 Hoffenheim, Julian Nagelsmann merasa sangat kecewa dengan permainan timnya ketika berhadapan dengan Liverpool di Anfield Stadium. Nagelsmann mengatakan jika anak-anak asuhnya bahkan sempat kebingungan.

TSG 1899 Hoffenheim harus rela mengubur mimpi mereka dalam-dalam untuk tampil di Liga Champions usai tersingkir di babak play-off. Klub raksasa Bundesliga itu gagal lolos ke fase grup setelah kalah agregat 3-6 dari Liverpool.

Setelah menelan kekalahan 1 – 2 di putaran pertama, Hoffenheim tadinya membawa misi membalikkan keadaan pada putaran kedua di Anfield, Kamis (24 Agustus 2017) dinihari WIB. Tapi, mereka justru kalah lagi dengan skor 2 – 4.

Hoffenheim tak kuasa menahan serangan bertubi-tubi yang diberikan oleh Liverpool pada babak pertama. Alhasil, gawang yang dikawal olej Oliver Baumann sudah jebol tiga kali saat laga baru berjalan 21 menit oleh gol-gol Emre Can (dua gol) dan Mohamed Salah.

Die Kraichgauer kemudian memperkecil ketertinggalan melalui gol yang dicetak oleh pemain pengganti Mark Uth. Memasuki istirahat babak pertama, mereka masih ketinggalan 1 – 3.

Gol Roberto Firmino pada babak kedua membuat Hoffenheim keteteran. Walaupun Hoffenheim berhasil mencetak gol kedua lewat Sandro Wagner, itu terasa sia-sia. Tim tamu kalah dipaksa menyerah dengan skor 2 – 4 dan harus rela terlempar ke Liga Europa.

“Beberapa menit pertama sudah sangat menantang. Mereka memperoleh tendangan bebas di pinggir kotak penalti, kami melakukan beberapa tekel yang buruk, penonton bisa merasakannya dan benar-benar mendukung Liverpool dan Anda tahu seperti itulah atmosfer terbentuk di sini,” ujar Julian Nagelsmann dalam Liverpool Echo.

“Kami sempat berlari kebingungan. Tim terlalu memperlihatkan emosi dan kami menyisakan terlalu banyak celah. Faktor tambahannya adalah dalam 30 menit pertama ada dua atau tiga pemain yang seperti tidak berada di lapangan,” imbuh Julian Nagelsmann.

“Liverpool bermain seperti di putaran pertama lalu dan mencetak gol-gol persis seperti di Premier League. Perbedaannya adalah kami bermain baik di putaran pertama, sementara malam ini permainan kami sangat buruk,” tutup Julian Nagelsmann.

Skip to toolbar