Insiden Sepakbola Paling Tragis di Indonesia

Menjadi seorang pesepak bola bukan berarti bisa terlepas dari resiko-resiko yang ada seperti pada profesi lain. Bicara tentang sepak bola, tidak melulu bicara tentang upah yang besar dan ketenaran. Bahkan, ada beberapa resiko yang sangat fatal bisa terjadi.

Seperti contoh beberapa pesepak bola yang meninggal saat bertanding di atas lapangan. Salah satunya Marc-Vivien Foe yang meninggal karena seragan jantung saat dirinya tampil di bawah payung Timnas Kamerun.

Ada juga insiden tragis yang menyebabkan seorang bek Kolumbia, Andress Escobar yang meninggal akibat ditembak oleh seorang bodyguard dan pengemudi pribadi kakak beradik Pedro David dan Juan Santiago Gallon Henao, duo kriminal yang terlibat jaringan kartel narkoba di Kolombia, Humberto Castro Munoz.

Penembakan ini terjadi akibat gol bunuh diri yang dilakukan oleh Escobar pada piala Dunia 1994 saat ia menghadapi Amerika Serikat. Humberto Castro Munoz mengakui bahwasannya penembakan itu adalah suruhan dari dua bosnya.

Di Indonesia juga ada beberapa insiden sepakbola tragis yang terjadi, berikut ulasannya.

Akli Fairus

Insiden Sepakbola Paling Tragis di Indonesia - Akli Fairus

Mantan penyerang Persiraja Banda Aceh, Akli Fairus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah dirinya mendapat tendangan kaki kiper PSAP Sigli, Agus Rohman di bagian perut saat bertanding untuk kompetisi Divisi Utama 10 Mei 2014 lalu.

Diketahui Akli Fairus sepmat mencetak gol sebelum insiden tersebut terjadi. Insiden yang berlangsung begitu cepat tersebut membuat dirinya dibopong keluar lapangan.

Sebelum dilarikan ke rumah sakit, ia dibiarkan menangis kesakitan di bangku cadangan. Baru setelah malamnya Akli Fairus dilarikan ke rumah sakit. Atas insiden tersebut Akli Fairus meduga mengalami kantung kemih bocor dan luka dalam. Akli Fairus sempat kritis dan tak sadarkan diri selama berhari-hari sebelum dirinya akhirnya meningal dunia pada 16 Mei 2014 pukul 11.00 WIB.

Agus Rochman dijatuhkan hukuman berat skorsing selama setahun atas insiden ini. Hal ini menjadi salah satu Insiden Sepakbola Paling Tragis di Indonesia

“Saya menyesali atas apa yang telah terjadi. Saya tidak pernah membayangkan kalau Akli harus meninggal terkena tendangan saya. Saya minta maaf kepada almarhum Akli, keluarganya, dan semua orang,” ujar kiper berusia 34 tahun itu.

“Dalam hidup saya, saya tidak pernah berniat melukai, atau membunuh pemain lawan. Saya tak bisa terima jika semua kesalahan  ditimpakan kepada saya. Kondisi Akli makin menurun setelah menjalani operasi,” sambung Agus.

Jumadi Abdi

Insiden Sepakbola Paling Tragis di Indonesia - Jumadi Abdi

Pemain gelandang PKT Bontang, Jumadi Abdi dilarikan ke rumah sakit setelah perutnya terkena terjangan pemain Persela Lamongan, Deny Tarkas dalam Indonesia Super League 2009-2010 yang digelar pada 7 Maret 2009.

Jumadi Abdi Meninggal dunia setelah menjalani operasi akibat luka yang ditimbulkan dari insiden tersebut. Namun, karena luka yang sangat parah Jumadi Abdi meninggal pada 15 Maret 2009.

Ironisnya, saat kejadian wasit ternyata hanya memberi kartu kuning ke Tarkas untuk insiden mengerikan tersebut. Padahal, Jumadi langsung tidak sadarkan diri seusai kejadian salah satu Insiden Sepakbola Paling Tragis di Indonesia tersebut.

Diduga Jumadi Abdi mengalami kerobekan di bagian usus halus yang menyebabkan kotoran hasil pencernaan yang Jumadi Abdi makan bocor keluar dan meracuni organ dalamnya.

Choirul Huda

Insiden Sepakbola Paling Tragis di Indonesia - Choirul Huda

Insiden Sepakbola Paling Tragis di Indonesia selanjutnya terjadi dalam pertandingan Persela Lamongan melawan Semen Padang saat kompetisi Liga 1 2017 pada Minggu 15 Oktober 2017 lalu. Choirul Huda meninggal dunia setelah mengalami benturan bersama rekan setimnya, Ramon Rodrigues.

Sempat tak sadaran diri dan dibawa ke RSUD Dr Soegiri namun pemain berusia 38 tahun itu tidak bisa diselamatkan. Benturan di antara keduanya terjadi saat Ramon dan Choirul Huda mencoba mengamankan bola yang diarahkan pemain Semen Padang ke kotak penalti pada babak pertama. Choirul Huda yang mencoba menangkap bola terkena kaki dari Ramon. hal ini menjadi salah satu Insiden Sepakbola Paling Tragis di Indonesia.

Itulah beberapa Insiden Sepakbola Paling Tragis di Indonesia yang berhasil dirangkum oleh Parkirbus. Mari kita doakan untuk para pahlawan lapangan ini ketenangan dan ditempatkan di tempat terbaik.