Investasi Sama dengan Judi, Benarkah?

Kebanyakan orang salah selama ini salah mengartikan investasi saham sama dengan judi. Kenyataannya, investasi saham dan judi adalah dua hal yang sangat berbeda. Tapi sebaliknya hampir tidak ada orang yang bilang kalau judi hampir sama dengan investasi.

Pemahaman yang salah ini membuat banyak orang yang takut untuk berinvestasi karena dianggap sama dengan bermain judi. Padahal, kedua aktivitas ini memiliki perbedaan yang sangat bertolak belakang.

Banyak sekali perbedaan investasi dan judi. Lantas apa sajakah perbedaannya? Berikut adalah perbedaan dari segi makna, analisa,fatwa dan hukum.

  1. Makna
    Investasi saham dan judi punya arti yang berbeda. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi berarti penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Sedangkan, judi merupakan permainan dengan menggunakan uang atau barang berharga sebagai taruhan. KBBI memberi contoh permainan judi melalui permainan kartu atau dadu.

2. Analisa
Jika dianalisa, Investasi saham dan judi memiliki beberapa perbedaan. Investasi saham dilakukan berdasarkan analisa teknikal (pola, grafik, tren, harga) atau analisa fundamental (kinerja perusahaan).

Berbeda dengan judi, permainan judi tidak menggunakan analisa seperti tersebut. Permainan judi lebih mengandalkan faktor keberuntungan dan spekulasi. Yang mana hal ini bisa mematahkan anggapan investasi sama dengan judi.

3. Fatwa Halal
Hal lain yang bisa mematahkan anggapan investasi sama dengan judi adalah Investasi saham dan judi punya perbedaan dalam prespektif agama. Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) menerbitkan sejumlah fatwa mengenai pasar modal syariah Indonesia.

Hingga hari ini, DSN-MUI telah menerbitkan 17 fatwa terkait pasar modal syariah. Tiga di antaranya menjadi dasar pengembangan pasar modal syariah yaitu:

  1. Fatwa DSN-MUI No: 40/DSN-MUI/X/2003 yang menjelaskan tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal.
  2. Fatwa DSN-MUI No. 80/DSN-MUI/III/2011 yang menjelaskan tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek.
  3. Fatwa DSN-MUI No: 20/DSN-MUI/IV/2001 yang menjelaskan tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi Untuk Reksa dana Syariah

Sementara itu, aktivitas perjudian jelas dilarang oleh sejumlah agama, salah satunya agama Islam. Karena menurut sejumlah ulasan dari para ahli agama, larangan judi itu tercantum dalam kitab suci Al-Quran.

4. Hukum
Investasi saham adalah legal di mata hukum. Investasi saham merupakan aktivitas yang diizinkan dan memiliki dasar hukum, hal ini tercantum dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Sedangkan, kegiatan judi diatur dalam Pasal 303 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Ada hukuman pidana penjara atau denda bagi mereka yang melanggar peraturan tersebut.

Dengan dasar hukum yang jelas, aktivitas transaksi saham bisa dilakukan secara terbuka. Dan sebaliknya, aktivitas perjudian dilakukan secara sembunyi-sembunyi.