Kane Bisa Pindah Ke Madrid Atau MU Musim Depan

Harry KanePerforma mengesankan yang ditunjukkan oleh Harry Kane di beberapa musim terakhir membuatnya diprediksi hengkang dari Tottenham Hotspur. Manchester United dan Real Madrid diyakini akan menjadi klub yang menjadi tujuan utama Kane.

Musim lalu, Kane mengakhiri musim sebagai topskorer Liga Inggris dengan perolehan 29 gol. Itu mengulangi prestasi hebatnya di musim sebelumnya (2015/2016) di mana dia juga tampil sebagai topskorer dengan torehan 25 gol.

Padahal, saat masih berusia 20 tahun, Kane terlihat agak lamban dan kurang lincah tetapi kini dia sudah berhasil membuktikan bahwa fisik besar tidak menjadi halangan untuk menjadi striker papan atas.

Performa gemilang itu pun masih dia lanjutkan di awal musim ini. Sempat mandul dalam beberapa pertandingan, Kane perlahan tapi pasti mulai menemukan kembali ketajamannya. Enam gol sudah dia buat dari tujuh pertandingan liga musim ini. Kane menjadi salah satu striker yang diprediksi akan meramaikan persaingan top scorer Liga Inggris musim ini.

Wajar saja jika perfoma Kane semakin banyak mengudang pujian dan membuatnya juga dikait-kaitkan dengan beberapa klub rasasa Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, Manchester City, Manchester United, dan Paris Saint-Germain.

Terkait hal itu, cepat atau lambat, Kane diprediksi bakal pindah ke klub yang berpotensi besar mengantarkannya kepada gelar juara. Real Madrid atau Manchester United disebut-sebut sebagai klub yang paling mungkin ditujunya.

“Saya bukannya tidak menaruh hormat kepada Tottenham Hotspur, namun jika Manchester United datang kepada Harry Kane, atau Real Madrid, – dengan umurnya yang makin bertambah – datang memanggil Harry Kane, saya kira dia tidak akan melewatkan kesempatan bermain bersama mereka,” ungkap mantan bos Crystal Palace, Simon Jordan.

“Harry Kane sedang dalam performa terbaiknya dan dia tidak akan bisa menolak kesempatan untuk bermain di sana, karena dia kini berada di Tottenham Hotspur yang tidak berpotensi memenangkan Premier League dan mungkin kesulitan untuk sekadar tampil ke Liga Champions,” lanjut Simon Jordan.

 

Skip to toolbar