Kiper Nomor Satu AC Milan Menangis Usai Kalah Di Final Coppa Italia

Kiper masa depan Italia yang saat ini sedang bermain di AC Milan, Gianluigi Donnarumma memiliki rasa kecewa yang begitu mendalam dan sangking tidak bisa menaham rasa kecewa nya itu, sang kiper tidak sadar mengeluarkan air mata. Kejadian ini terlihat ketika partai final Coppa Italia 2016 kemarin, dimana secara dramatis AC Milan harus mengakui keunggulan Juventus dengan skor tipis 1-0.

Kiper Nomor Satu AC Milan Menangis Usai Kalah Di Final Coppa Italia

Makin terasa sakit nya adalah ketika AC Milan harus kemasukkan gol pada menit akhir babak tambahan dan aktor pemberi rasa sakit itu adalah Alvaro Morata yang tanpa ampun menceploskan bola ke gawang Donnarumma.

“Jujur saja, saya tidak bisa menahan tetesan air mata ini. Saya sedih dengan kekalahan AC Milan yang begitu menyakitkan, namun berjalan nya waktu saya bisa berpikir bahwa ini adalah pelajaran bagus untuk saya dan saya lebih percaya diri dalam menatap musim depan,” ungkap Donnarumma.

“Pada pertandingan itu, kami tidak memiliki momen yang bagus dan hasil yang baik tidak berpihak kepada kami. Namun kami membentuk kerja sama yang baru dan kami akan terus membangun nya menjadi lebih baik lagi di masa depan,”

Di lain sisi, Donnarumma juga menceritakan isi hati nya yang sekarang ini. Menurut kiper yang baru saja masuk dalam skuat timnas Italia dalam mengikuti Euro 2016 mendatang, menjelaskan bahwa pelatih Cristian Brocchi wajib dipertahankan oleh petinggi Milan. Terlepas dari itu semua, Donnarumma sadar jika semua itu tergantung dari keputusan klub.

“Saya tidak memiliki penglihatan untuk bisa menebak apakah Brocchi akan bertahan di San Siro atau tidak. Karena semua itu akan diputuskan oleh petinggi Milan, mari kita berdoa semoga hasil nya baik.” lanjut sang kiper.

“Bersama Milan, Brocchi sudah melakukan pekerjaan yang baik dan saya sangat berharap pihak klub mau mempertahankan dia.” tutupnya.

AC Milan sendiri di musim 2015/16 kemarin berakhir dengan tanpa gelar dan rasa pahit itu semakin lengkap usai mereka gagal tampil di putaran Liga Eropa di musim depan. Karena klub tersebut hanya mampu finish diperingkat tujuh klasemen akhir Serie A Italia.

Skip to toolbar