Lindelof Masih Belum Meyakinkan

Victor LindelofVictor Lindelof menjalani debut yang kurang menyenangkan bersama Manchester United di laga kompetitif saat tampil di Piala Super Eropa. Lindelof disebut-sebut jadi salah satu penyebab kekalahan The Red Devils.

Lindelof direkrut MU dari Benfica dengan banderol 30 juta poundsterling yang membuatnya jadi salah satu pembelian termahal MU di bursa transfer musim panas ini. Kedatangan Lindelof diharapkan bisa memperkuat sektor pertahanan MU yang dianggap belum tangguh.

Walaupun sudah diperkuat oleh Eric Bailly, The Red Devils tak punya pendamping yang tepat untuk bek Pantai Gading itu dari mulai Phil Jones, Chris Smalling, Daley Blind, dan bahkan Marcos Rojo. Maka Lindelof pun dianggap bakal jadi partner yang pas untuk Bailly.

Harapan itu sudah mulai terbukti di sesi pramusim dengan Lindelof mampu tampil baik di enam pertandingan yang dijalani MU. Maka laga melawan Real Madrid di Piala Super Spanyol, Rabu (9 Agustus 2017) dinihari WIB tadi, mulai jadi pembuktian untuk Lindelof, apakah dia memang pantas diandalkan di lini belakang.

Sayangnya, debut Lindelof di laga resmi berjalan kurang menyenangkan ketika MU kalah 1 – 2 dari Real Madrid di mana bek 23 tahun itu dianggap sebagai salah satu alasan mengapa timnya gagal memenangkan Piala Super Eropa.

Gol pertama Madrid yang dicetak Casemiro, walaupun dinilai offside, adalah berkat andil Lindelof yang tak sigap dalam menjaga pergerakan lawannya itu. Casemiro dengan mudah menerima umpan lambung Dani Carvajal dan menjebol gawang David De Gea.

Dalam pertandingan itu, Whoscored mencatat Victor Lindelof melakukan empat kali tekel, satu kali intersep, serta lima sapuan. Ada 19 umpan yang dilepaskan olehnya dengan tingkat akurasi sebesar 84,2 persen.

Performa Lindelof ini seperti mengulangi apa yang dilakukannya dalam laga pramusim saat Manchester United bertemu Real Madrid. Waktu itu, Lindelof dianggap menjatuhkan Theo Hernandez dalam sebuah duel dan berujung penalti untuk Los Galacticos.

“Saya rasa para pemain baru United tampil oke di mana Romelu Lukaku sebagai penyerang, Nemanja Matic di lini tengah, serta Victor Lindelof di sektor pertahanan. Mereka butuh bek tengah lagi mengingat performa Lindelof masih belum maksimal,” kata mantan pelatih Crystal Palace yang jadi pandit Sky Sports, Alan Pardew.

“Untuk sekarang, saya rasa dia masih belum menemukan performa terbaiknya. Benfica dan Liga Portugal tidak sekompetitif Premier League. Intensitasnya begitu tinggi dan tekanan untuk bek tengah akan sangat menyulitkan.”

Skip to toolbar