Puasa Gelar di Musim Pertama, Guardiola Menolak Ubah Gaya City

Tahun perdana Pep Guardiola bersama Manchester City berakhir tanpa raihan trofi. Kendati demikian,Guardiola masih tetap optimis jika filosofinya bakal berhasil di masa mendatang di masa depan.

Pernyataan itu diungkapkan Guardiola guna menanggapi anggapan pundit Sky Sports, Gary Neville. Neville yakini bila City bakal sulit berkompetisi di Premier League tanpa diperkuat gelandang-gelandang tangguh di barisan tengah.

Guardiola sendiri tak sependapat dengan legenda Manchester United tersebut. “Satu-satunya kekuatan milik saya ialah tim bermain menggunakan cara saya,” kata Guardiola di Sky Sports. “Saya mau tim dengan fisik tangguh, cepat, dan bagus dalam duel-duel udara akan ttapi para pemain bakal tampil seperti yang saya harapkan.”

“Gary Neville lama tampil di Inggris, dia tak pernah bermain di liga lain maka dia tak bisa membuat perbandingan. Sepakbola di manapun sama dan semakin banyak anda memiliki kualitas, semakin kuat mentalitas anda, maka peluang anda semakin besar untuk memenangi laga.”

“Saya menggemari pressing tinggi, saya mau membenahi sistem bola-bola kedua, saya mau membangun serangan dengan baik. Saya juga menginginkan sepakbola cepat, secepatnya, namun hal itu tetap bergantung kepada kualitas para pemain,” sambung eks pembesut Barcelona dan Bayern Munich itu.

“Kami bakal mencoba menyesuaikan dengan filosofi klub dengan para pemain yang kami miliki, merekrut sejumlah pemain yang dibutuhkan untuk bisa tampil seperti itu. Itulah yang kami buru,” lugas Guardiola.

Sekarang ini The Citizens tertahan di posisi empat memperoleh angka 69 dari 35 kali bertanding. Mereka masih bertarung dengan Liverpool, Arsenal, dan Manchester United untuk memperebutkan dua slot tersisa Liga Champions musim depan.

Di tiga partai selanjutnya City bakal bentrok melawan Leicester City (13/5/2017), kemudian melawan West Brom (16/5), sebelum mengakhiri kompetisi dengan berkunjung ke markas Watford (21/5).

Skip to toolbar