Sepakbola dan Rasisme

Sepakbola dan Rasisme adalah dua hal yang memang tidak bisa dipisahkan. Ada beberapa aksi rasisme yang sering kali muncul di dalam liga-liga kecil maupun liga besar. Tidak terlepas Liga Eropa yang memiliki sejarah bangsa dengan kondisi sosial ekonominya.

Jerman misalnya, Sepakbola dan Rasisme di negara ini menjadi semakin kasat karena pengaruh Adolf Hitler dan Nazi yang gencar mengumandangkan pemurnian ras bangsa Arya yang masih menjalar hingga hari ini.

Sepakbola dan Rasisme menjadi kuat di Jerman akibat dampak dari peristiwa tersebut. Contohnya seperti di tahun 2018 lalu, publik Jerman dihebohkan dengan Mesut Ozil yang berfoto dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Pose keduanya lantas memicu komentar-komentar pedas dari publik lantaran Ozil sendiri merupakan seorang Jerman yang berdarah Turki.

Hubungan antara Sepakbola dan Rasisme ddalam kasus ini semakin kusut ketika pose Mesut Ozil yang di dalam foto tersebut dianggap bermuatan politis. Hal ini juga semakin melebar karena kekalahan Jerman di Piala Dunia 2018.

Hal ini membuat Ozil semakin mendapatkan perlakuan rasis dan dirinya dianggap sebagai biang keladi atas kekalahan Den Panzer yang akhirnya tidak lolos di babah penyisihan grup di Rusia.

“Saya dulu memakai kostum Jerman dengan penuh kebanggaan dan kegembiraan, tetapi sekarang tidak. Keputusan ini (pensiun dari timnas Jerman) sangat berat karena saya selalu memberikan segalanya untuk rekan tim saya, staf pelatih, dan orang-orang Jerman yang baik. Namun, ketika akar keturunan saya yang berasal dari Turki tidak dihargai dan menggunakan saya sebagai propaganda politik, maka cukup sudah. Itu bukan alasan saya bermain sepakbola, dan saya tidak akan diam. Rasisme jangan pernah ditolerir,” terang Ozil seperti dilansir dari DW

Selain Ozil, kasus sepakbola dan nrasisme juga pernah dialami oleh FSV Mainz. Beberapa waktu yang lalum publik sepak bola Jerman (dan dunia) dihebohkan oleh perilaku seorang suporter Mainz yang mengeluarkan diri dari keanggotaannya karena terlalu banyak pemain berkulit hitam dalam skuad tim kesayangannya.

Sepakbola dan Rasisme

Cerita tentang sepakbola dan rasisme juga hadir Menjelang Piala Dunia 2018 lalu, FIFA mengeluarkan regulasi baru terkait masalah rasis dan diskriminasi yang terjadi di atas lapangan. Wasit memiliki wewenang untuk menghentikan pertandingan dan memberi peringatan kepada penonton, menunda pertandingan hingga batas waktu yang ditentukan, dan jika aksi diskriminasi tersebut masih berlangsung, wasit dapat membatalkan pertandingan.

Sepakbola dan rasisme hingga hari ini masih menjadi persoalan yang pelik. Hal ini yang menyebabkan beberapa pemain bintang seperti Jadon Sancho, Lionel Messi dan beberapa pemain lainnya mejadi tokoh-tokoh yang selalu bereaksi dan berpendapat mengenai hal yang satu ini.

bukan tanpa alasan, hal ini dilakukan oleh bintang-bintang besar agar bisa menjadi influence anti rasisme di seluruh dunia.